Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial dan Jenis Pengendalian Sosial

Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial

Lembaga sosial memiliki peranan sebagai lembaga yang menjalankan fungsi untuk melaksanakan pengendalian sosial di masyarakat. Lembaga sosial ini adalah lembaga yang telah diakui sebagai pranata sosial di masyarakat sehingga keberadaan lembaga sosial ini ditaati dan dihormati oleh masyarakatnya.

Adapun lembaga-lembaga sosial itu antara lain adalah;

a. Sekolah

Sekolah merupakan lembaga sosial yang memiliki fungsi pengendalian sosial. Fungsi pengendalian sosial dilaksanakan oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Wali Kelas, para guru dan BK. Sekolah memberikan wawasan pengetahuan sosial bagi civitas akademika agar dapat bertingkah laku sesuai dengan tata nilai dan norma baik untuk disekolah atau untuk di masyarakat. Sekolah memiliki tata tertib yang dilembagakan serta wajib ditaati oleh warga sekolah, tata tertib tersebut tujuannya agar terwujud ketertiban sosial dan akademik di sekolah sehingga tujuan sekolah dapat tercapai.
Sekolah

b. Polisi

Kepolisian adalah lembaga sosial negara yang bertugas menjaga keamanan masyarakat dari gangguan-gangguan yang akan meng-ancam keutuhan dan ketertiban masyarakat. Gangguan itu bisa datang dari dalam anggota masyarakat atau dari luar masyarakat. Sebagai salah satu unsur keamanan negara, polisi mempunyai alat untuk melaksanakan fungsi pengendalian sosial, yaitu hukuman yang sifatnya tegas dan tertulis.

c. Pengadilan

Pengadilan merupakan lembaga yang melaksanakan fungsi pengendalian sosial yaitu untuk mengadili, menyelesaikan secara hukum dan negara, serta memberikan hukuman terhadap anggota masyarakat yang melanggar hukum.

Pengadilan mewujudkan aturan-aturan tertulis yang mengatur tentang ketertiban sosial bagi anggota masyarakatnya. Alat pengadilan terdiri dari jaksa sebagai penuntut pelaku agar dituntut sesuai dengan peraturan yang berlaku, pengacara bertugas mendampingi pelanggar hukum (terdakwa) yaitu untuk membe-rikan pertimbangan-pertimbangan yang terbaik bagi terdakwa, dan hakim yang bertugas menjatuhkan hukuman setelah menjalani proses persidangan.

d. Adat

Adat adalah kebiasaan-kebiasaan yang telah dilembagakan menjadi norma sosial bagi masyarakat penganutnya. Adat berasal dari dalam anggota masyarakat, yang mengikat anggota masyarakatnya serta dijunjung dan dipertahankan. Adat menjadi pedoman bagi anggota masyarakatnya untuk bertingkah laku. Prilaku yang tidak sesuai dengan adat dianggap melanggar adat. Adat memiliki peranan dalam pengendalian sosial karena adat mengatur tentang pola tingkah laku masyarakat. Adat mengandung nilai, norma dan sanksi, walaupun hukum adat biasanya tidak tertulis. Namun adat tetap efektif sebagai lembaga sosial yang menjalankan fungsi pengendalian sosial.

e. Lembaga Agama

Lembaga agama memberikan peranan yang sangat efektif dalam pengendalian sosial, karena lembaga agama menerapkan aturan-aturan berdasarkan syariat agama tersebut. Dalam konsep agama dikenal hukum halal dan haram. Halal adalah sesuatu yang diperbolehkan oleh agama dan haram ialah sesuatu yang dilarang oleh agama. Selain aturan halal dan haram, agama juga memiliki aturan perintah dengan tahapan wajib, sunnah dan makruh.

Jenis Pengendalian Sosial

Selain lembaga sosial yang memiliki peranan untuk melaksanakan pengendalian sosial, maka jenis pengendalian sosial dapat berupa;

a. Cemoohan

Cemooh adalah ejekan, hinaan atau cela. Mencemoohkan artinya mengejek, menghinakan atau menertawakan. Tindakan seseorang yang melanggar nilai dan norma dianggap melakukan perbuatan yang tercela dan tabu. Contohnya pencabulan.

b. Teguran

Teguran atau menegur adalah mengajak bercakap-cakap, mencela atau mengkritik, memperingatkan atau menasihatkan dan mengganggu. Teguran disampaikan secara lisan kepada orang yang melanggar nilai dan norma. Teguran dapat mengingatkan orang bahwa prilakunya salah dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Contoh, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan memberikan teguran kepada siswa yang terlambat masuk kelas.

c. Pendidikan

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap atau tata kelakuan seseorang atau kelompok orang diusaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, atau proses, perbuatan dan cara mendidik. Contoh, pendidikan moral, pendidikan agama, pendidikan kesehatan.

d. Agama

Agama adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan atau dewa dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kewajiban itu. Dalam agama terdapat aturan dan sanksi yang mengikat pemeluknya. Orang yang melanggar aturan agama dianggap berdosa dan disebut sebagai pendosa. Pendosa ini akan mendapatkan hukuman baik di dunia atau pun di akhirat.

Sedangkan orang taat kepada hukum agama disebut orang yang bertakwa dan beriman, mereka akan mendapat balasan amal kebaikannya baik di dunia ataupun di akhirat. Contoh, Dalam agama Islam pada bulan Ramadhan setiap muslim diwajibkan berpuasa. Muslim yang tidak berpuasa akan berdosa dan tidak akan diampuni dosanya apabila tidak bertaubat.

e. Gosip

Gosip adalah obrolan-obrolan tentang orang lain, cerita-cerita negatif seseorang atau penggunjingan. Gosip biasanya tidak berdasarkan data, kenyataan atau fakta. Gosip lebih mengarah pada kritik sosial terhadap tindakan individu atau masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai dan norma. Contoh, Seseorang digosipkan sebagai kupu-kupu malam karena apabila pulang kerjanya larut malam, padahal ia bekerja di perusahaan mengambil shift malam.

f. Pengucilan

Pengucilan atau mengucilkan adalah membuang atau mengeluarkan dari lingkungan (keluarga atau persekutuan). Orang yang terkucilkan adalah orang yang tekah dibuang dari kelompoknya. Contoh, seorang anak lelaki yang mengalami kelainan seks ingin berubah menjadi wanita (waria) ditentang oleh keluarganya dan dikucilkan oleh orangtuanya.
 
Copyright © 2011 Bangku Sekolah | Themes by ada-blog.com.