Konflik dalam Peran Sosial

Pada saat menjalankan peran sosialnya, seseorang sering mengalami konflik. Konflik peran akan timbul ketika seseorang harus berperilaku yang berbeda karena status sosial yang disandangnya berlawanan. Konflik peran dapat menjadi perang batin dalam diri seseorang dan sulit dicari jalan keluarnya, karena merasa dirinya tidak sesuai untuk melaksanakan peran yang diberikan oleh masyarakat kepada dirinya.

Dengan demikian, ia tidak melaksanakan perannya secara sempurna atau bahkan cenderung menyembunyikan dirinya apabila dia berada dalam lingkaran sosial yang berbeda. Contohnya seorang polisi ketika harus mengadili anaknya sendiri yang melanggar peraturan.

Statusnya sebagai polisi mengharuskan dia menegakkan hukum bagi para pelanggar aturan. Di sisi lain ia adalah seorang ayah yang harus melindungi anaknya, sehingga ia akan mengalami konfi ik peran yang tentunya sulit untuk memilih peran mana yang harus diutamakan.
Sponsor


Konflik Peran Seorang SPG

Untuk mempromosikan produk kepada calon konsumen, kini banyak digunakan jasa para sales. Termasuk di dalamnya jasa para sales promotion girl atau sering disebut SPG. Di antara perusahaan yang ada, yang biasa royal dalam dunia entertainment ialah perusahaan rokok.

Dari sini pula kehadiran SPG rokok mulai mendapat respons, bahkan sampai memunculkan kontradiksi di dalamnya, antara image (citra) positif dan negatif. Setidaknya, itulah gambaran awal dari riset Hitam-Putih Image SPG yang dilakukan Rahma Pratidina SIP SSos. Riset yang berlangsung medio April-Juli 2005 ini mengambil 5 orang SPG dan 10 orang masyarakat umum sebagai responden. Pekerjaan yang tergolong middle skill ini ternyata diminati para pelajar, khususnya mereka yang masih berada di bangku perkuliahan, karena waktu kerja yang bisa diajak ”kompromi”. Pekerjaan sebagai SPG banyak diminati perempuan, terutama bagi mereka yang masih muda dan enerjik. Job sebagai SPG semakin digandrungi bahkan dlincar karena pekerjaan ini menghasilkan banyak uang.

Cukup berbekal kuat mental, ramah, pandai berkomunikasi, dan mempunyai postur tubuh atau paras wajah yang aduhai, bahkan jika ditambah jurus pemikat, tawaran yang bersifat kontinyu dari perusahaan akan mudah didapat. Cantik, berpenampilan menarik, tinggi semampai, dan berbodi seksi umumnya menjadi persyaratan mutlak bagi seorang SPG.

Tak heran jika mereka yang masuk kategori ini lebih dipilih sebagai model untuk mempromosikan sebuah produk karena lebih mampu mencuri perhatian para calon konsumennya. Dengan dandanan seksi, rok pendek plus atasan dengan belahan dada sedikit terbuka, tak ayal lagi belahan dada pun jadi tontonan gratis. Melihat performance seorang SPG rokok membuat perempuan dihadapkan pada situasi kerja yang tidak aman. Sikap calon konsumen terkadang kurang sopan, misalkan berupa siulan, komentar, bisikan atau gambar, memegang, menyentuh, atau meraba bagian-bagian tubuh-tubuh tertentu yang semuanya mengarah pada pelecehan. Hal ini sering menyebabkan para SPG mengalami konflik personal.

Cara Belajar, Berprestasi Di Sekolah, Ayo Sekolah, Ilmu Teknik, Cara Mudah Belajar, Sekolah Dasar, Rajin Pangkal Pandai, Mari Belajar, Sekolah Untuk Semua, Bangku Sekolah
 
Copyright © 2011 Bangku Sekolah | Themes by ada-blog.com.