Produk-Produk yang dijual di Pasar Modal


Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka. Lembaga yang dapat menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai bursa efek adalah perseroan yang telah memperoleh izin usaha dari Bapepam. Persyaratan dan tata cara perizinan bursa efek diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

Bursa efek didirikan dengan tujuan menyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien, mengingat perdagangan tersebut menyangkut dana masyarakat yang diinvestasikan dalam efek. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan bursa efek hanya dapat dilaksanakan setelah memperoleh izin usaha dari Bapepam. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, bursa efek wajib menyediakan sarana pendukung dan mengawasi kegiatan anggota bursa efek. Rencana anggaran tahunan dan penggunaan laba bursa efek wajib disusun sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam.

Dalam menyusun rencana anggaran tahunan dan penggunaan laba, bursa efek wajib berpedoman pada prinsip efisiensi pasar modal dan memerhatikan ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam yang menyangkut, antara lain:
  1. meningkatkan sistem atau sarana perdagangan efek;
  2. meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan terhadap anggota bursa efek;
  3. mengembangkan sistem pencatatan efek yang efisien;
  4. mengembangkan sistem kliring dan penyelesaian transaksi bursa dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bursa efek;
  5. meningkatkan sistem pelayanan informasi;
  6. melakukan kegiatan pengembangan pasar modal melalui kegiatan promosi dan penelitian;dan
  7. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.
Dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam maka bursa efek memiliki peran yaitu, sebagai berikut.
  1. Menyediakan semua sarana perdagangan efek.
  2. Membuat peraturan yang berkaitan dengan bursa.
  3. Mengupayakan likuiditas instrumen.
  4. Mencegah praktik-praktik yang dilarang di bursa.
  5. Menyebarluaskan informasi bursa.
  6. Menciptakan instrumen dan jasa baru.
Produk-produk yang diperdagangkan di BEJ, yaitu saham, obligasi, bukti right, waran, dan reksadana.
  • Saham
Saham adalah bagian atau jatah yang sama (diwakili dengan suatu sertifikat) atas modal suatu perseroan yang memberikan hak kepada pemegangnya atas bagian laba dan harta. Saham ada dua jenis, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferens (preferred stock).

Saham biasa adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu atau institusi dalam suatu perusahaan. Saham biasa ada dua jenis, yaitu saham atas nama dan saham atas unjuk. Pada saham atas nama tertera nama pemilik saham, adapun pada saham atas unjuk nama pemilik saham tidak tertera di atas saham. Namun, pemilik saham menjadi pemegang saham dan semua hak-hak pemegang saham tetap diberikan kepada penyimpan saham tersebut.
Sponsor

Adapun saham preferens adalah jenis saham lain sebagai alternatif saham biasa. Pemegang saham preferens memiliki hak istimewa di atas saham biasa untuk hal-hal tertentu yang ada dalam perjanjian pada saat penawaran saham, misalnya hak istimewa pada saat pembagian dividen.
  • Obligasi (Bonds)
Obligasi adalah surat tanda utang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan ataupun pemerintah. Dengan membeli obligasi, pemilik obligasi tersebut berhak menerima bunga yang biasanya dibayar kan per semester dan harga nominalnya pada waktu obligasi jatuh tempo.

Berdasarkan jaminannya, obligasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu obligasi dengan jaminan (secured bonds) dan obligasi tanpa jaminan (unsecured bonds). Obligasi dengan jaminan merupakan obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu sehingga risiko yang ditanggung investor lebih kecil. Jenis obligasi dengan jaminan meliputi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
  1. Mortgage bond, yaitu obligasi yang dijamin dengan aktiva tetap tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.
  2. Equipment bond, yaitu obligasi yang dijamin dengan peralatan seperti mesin dan mobil.
  3. Collateral-trust bond, yaitu obligasi yang dijamin dengan saham atau obligasi lain.

Berdasarkan sistem pembayaran bunganya, obligasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu coupon bonds dan zero coupon bonds. Pembayaran bunga coupon bonds dilakukan secara periodik dengan menggunakan kupon obligasi. Adapun pembayaran bunga pada zero coupon bond dibayarkan secara sekaligus pada saat pembelian sehingga mengurangi harga obligasi, sedangkan pada saat jatuh tempo pemegang saham akan mendapatkan pelunasan penuh.
  • Bukti Right (Right Issue)
Bukti right adalah efek yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan oleh emiten pada proporsi dan harga tertentu. Hak dalam right sering disebut juga preemtive right, yaitu suatu hak untuk menjaga proporsi kepemilikan pemegang saham lama di suatu perusahaan berkaitan dengan pengeluaran saham baru.
  • Waran (Warrant)
Waran merupakan opsi jangka panjang yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham atas nama dengan harga tertentu. Masa berlaku waran dimulai sejak tanggal pencatatan waran di bursa efek, sampai tanggal terakhir pelaksanaan penebusan waran.

Berdasarkan sifatnya waran memiliki karakteristik yang sama dengan saham biasa. Pada umumnya naik turunnya harga waran dipengaruhi juga oleh harga saham.
  • Reksadana (Mutual Funds)
Dilihat dari sifatnya reksadana dibagi menjadi dua, yaitu reksadana terbuka (open-ended mutual funds) dalam reksadana tertutup (close-ended mutual funds). Pada reksadana terbuka, saham yang sudah diterbitkan dapat ditarik atau dibeli kembali dengan nilai transaksi yang didasarkan pada net asset value. Adapun untuk reksadana tertutup, jumlah surat berharga yang diterbitkan terbatas, dan surat brharga tersebut tidak dapat ditarik oleh perusahaan reksadana. Di Indonesia, munculnya reksadana dipelopori oleh PT Danareksa yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam binaan Departemen Keuangan.
 
Copyright © 2011 Bangku Sekolah | Themes by ada-blog.com.