Pengertian Pasar Primer, Pasar Sekunder, Prospektus, dan Indeks pada Pasar Modal

Pasar Primer

Pasar yang emitennya kali pertama memperdagangkan saham atau surat berharga lainnya kepada publik, yang biasa dikenal dengan istilah initial public offering (IPO). Informasi tentang emiten yang IPO dapat diketahui melalui prospektus ringkas yang diiklankan minimal di dua harian nasional, publik ekspose atau prospektus. Prosedur pembeliannya melalui pengisian formulir pemesanan pembelian saham (FPPS) yang ada di underwriter (penjamin emisi efek) atau agen-agen penjual lainnya yang ditunjuk. Setelah pemesanan diterima baru kemudian dilakukan penjatahan. Hal tersebut, bergantung dari jumlah permintaan yang masuk.

Ada dua kemungkinan yang dapat terjadi pertama oversubcribed yaitu minat masyarakat membeli saham baru lebih besar dari jumlah saham yang tersedia. Kemungkinan berikutnya, jumlah saham yang tersedia lebih besar atau sama dengan permintaan yang masuk, (undersubscribed). Jika kondisi oversubscribed terjadi, penjatahan berdasarkan undian atau metode lainnya seperti pemesan pertama mendapat prioritas lebih dahulu.

Ciri-ciri pasar primer di antaranya:
  1. harga saham tetap;
  2. tidak dikenakan komisi;
  3. hanya untuk pembelian saham;
  4. pemesanan dilakukan melaui agen penjualan; dan
  5. jangka waktu terbatas.

Pasar Sekunder

Pasar yang memperdagangkan efek setelah IPO, yaitu perdagangan hanya terjadi antar investor yang satu dengan investor lainnya, transaksi ini tidak lepas dari fungsi bursa sebagai lembaga penyedia perdagangan di pasar modal. Pembelian di pasar ini hanya pada saham yang telah beredar berdasarkan aturan main yang telah ditetapkan pasar.
Sponsor

Prosedurnya investor melakukan order beli atau jual melalui broker, kemudian broker menerus kannya ke pasar atau bursa, jika ada order jual dan beli yang cocok maka transaksi baru terjadi, jika tidak ada transaksi, akan menunggu sampai adanya kecocokan atau pembatalan karena ditarik kembali atau habisnya masa perdagangan.

Ciri-ciri pasar sekunder di antaranya:
  1. harga berfluktuasi sesuai kekuatan pasar;
  2. dibebankan komisi untuk pembelian dan penjualan;
  3. pemesanan dilakukan melalui anggota bursa;
  4. jangka waktu tidak terbatas.

Prospektus

Prospektus adalah setiap informasi tertulis sehubungan dengan penawaran umum dengan tujuan agar pihak lain membeli efek. Tiap-tiap prospektus memiliki isi yang berbeda, setiap orang yang akan membeli saham atau obligasi saat perusahaan melakukan penawaran umum harus memahami prospektus.

Penyusunan prospektus harus mempertimbangkan kepada hal-hal berikut:
  1. prospektus harus memuat semua rincian dan informasi mengenai penawaran umum dari emiten;
  2. prospektus harus dibuat sedemikian rupa sehingga jelas dan komunikatif;
  3. fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting harus dibuat ringkasannya dan diungkapkan pada bagian awal prospektus; dan
  4. emiten, penjamin pelaksanaan emisi, dan lembaga serta profesi penunjang pasar modal bertanggung jawab untuk mengungkapkan fakta secara jelas dan mudah dibaca.

Emiten dan penjamin pelaksana emisi bertanggung jawab sepe nuhnya atas kebenaran semua informasi atau fakta material serta kejujuran pendapat yang tercantum dalam prospektus. Beberapa bagian penting dari prospektus yang harus diperhatikan oleh calon investor adalah sebagai berikut.
  • Bidang Usaha, Bidang usaha yang saat ini dijalankan oleh perusahaan merupakan informasi yang perlu diketahui oleh calon investor, karena dengan mengetahui bidang usaha perusahaan, calon investor dapat memperkirakan prospek perusahaan.
  • Jumlah Saham yang Ditawarkan, Jika perusahaan menawarkan saham informasi mengenai jumlah saham yang akan ditawarkan juga perlu diketahui oleh calon investor. Karena jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat menunjukkan berapa besar bagian dari modal disetor yang akan dimiliki oleh publik.
  • Nilai Nominal dan Harga Penawaran, Nilai nominal merupakan suatu nilai yang menunjukkan besarnya modal suatu perusahaan yang dimuat dalam anggaran dasar perusahaan tersebut. Nilai nominal tersebut, akan dicantumkan pada setiap saham yang diterbitkan oleh perusahaan.
  • Riwayat Singkat Perusahaan, Hal tersebut, perlu diketahui oleh calon investor, karena bagian ini memberikan keterangan tentang riwayat singkat pendirian perusahaan sehingga calon investor dapat mengetahui sudah berapa lama perusahaan tersebut didirikan dan beroperasi.

Indeks

Indeks di bursa efek terdiri atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks Individual, Indeks Sektoral dan Indeks LQ-45. IHSG marupakan gabungan dari seluruh emiten. Indeks Individual merupakan indeks perkembangan individual emiten, Indeks LQ-45 merupakan indeks dari 45 emiten yang paling dominan atau unggul.

Manfaat indeks secara umum untuk melihat perkembangan kinerja seluruh emiten. Karena kinerja emiten tidak terlepas dari kondisi yang terjadi di luar bursa maka otomatis perkembangan IHSG sendiri merupakan gambaran kondisi sosial, politik, ekonomi, kepercayaan, dan kondisi keamanan. Kegunaan Indeks Individu lebih banyak dimanfaatkan untuk keperluan analisis bagi pemodal dalam transaksi saham yang dimilikinya. Adapun indeks LQ-45 dimanfaatkan untuk melihat kinerja 45 emiten unggulan. Indeks sektoral dapat digunakan sebagai gambaran kinerja sektor. Misalnya, jika sektor keuangan mempunyai trend yang baik maka dapat memprediksi kondisi sektor ini berprospek baik pada masa yang akan datang atau saham yang akan kita beli mempunyai nilai tambah yang optimis.

Misalkan, harga Indeks Saham Gabungan Bursa Efek Jakarta berada pada kisaran tertinggi di 490-an dan terendah 470-an. Jika mengikuti perkembangan nilai IHSG, ketika harga melampaui angka 500, berarti IHSG mengalami kenaikan yang cukup berarti, karena aspek politik dan keamanan yang semakin baik. Hal tersebut, juga dapat disebabkan semakin menguatnya nilai tukar rupiah dibandingkan dengan dolar.

Keadaan tersebut, secara menyeluruh memberikan indikasi perbaikan terhadap keadaan ekonomi Indonesia. Membaiknya perekonomian Indonesia, akan memberikan peluang kepada para investor untuk kembali bermain di bursa.

Potensi tingkat keuntungan yang diperoleh di pasar modal cukup tinggi. Namun yang perlu diketahui, dalam semua investasi, potensi risikonya juga tinggi. Investor pemula yang ingin terlibat di pasar modal sebaiknya, mempelajari dan mencari informasi selengkap mungkin tentang transaksi saham, baik caranya maupun bagaimana melihat saham unggulan.
 
Copyright © 2011 Bangku Sekolah | Themes by ada-blog.com.