Bagaimana Mekanisme Cara Kerja Pasar Modal

Bursa efek Jakarta menganut sistem order-driven market atau pasar yang digerakkan oleh order-order dari pialang dengan sistem lelang secara terus-menerus. Pembeli atau penjual, yang akan melakukan transaksi harus menghubungi perusahaan pialang. Perusahaan pialang membeli dan menjual efek di lantai bursa atas perintah atau permintaan (order) investor. Akan tetapi, perusahaan pialang juga dapat melakukan jual beli efek atas nama perusahaan itu sendiri sebagai bagian dari investasi portofolio perusahaan tersebut. Setiap perusahaan pialang mempunyai orang yang akan memasukkan semua order yang diterima ke terminal masing-masing di lantai bursa. Orang-orang yang bertindak untuk perusahaan pialang disebut Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).
Dengan menggunakan Jakarta Automated Trading System (JATS), order-order tersebut diolah oleh komputer yang akan melakukan pencocokan dengan mempertimbangkan prioritas harga dan waktu. Dengan demikian, sistem perdagangan di BEJ adalah sistem lelang secara terbuka yang berlangsung terus-menerus selama jam bursa. Hingga sekarang, seluruh order dari perusahaan pialang memang harus dimasukkan ke dalam sistem melalui terminal yang ada di lantai bursa. Namun, saat ini BEJ sudah mulai menerapkan akses jarak jauh atau remote access untuk JATS sehingga seluruh perusahaan pialang bisa langsung melakukan perdagangan dari luar lantai bursa, bahkan dari luar Jakarta.
Sponsor

Perdagangan saham di pasar reguler, pasar segera, dan pasar tunai berdasarkan pada lot dan waktu yang ditetapkan dengan mekanisme lelang secara terus-menerus. Harga yang terjadi dari order dan mekanisme pasar lelang secara terus-menerus sebagaimana digambarkan di atas merupakan dasar bagi pasar reguler. Pasar reguler digunakan untuk menghitung indeks. Harga yang dibentuk di pasar reguler adalah harga saham yang diumumkan oleh BEJ ke seluruh dunia.

Untuk melakukan transaksi di pasar reguler, investor harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
  • Total saham memenuhi standar satu lot yakni 500 lembar, untuk saham sektor perbankan 500 lembar per lot.
  • Pergerakan harga (fraksi) di bursa.
  • Untuk saham (ditetapkan per 20 Oktober 2000) yaitu sebagai berikut.
  1. Untuk harga saham < Rp500, ditetapkan fraksi sebesar Rp5 dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar Rp50.
  2. Untuk harga saham dengan rentang Rp500 sampai dengan Rp5.000, ditetapkan fraksi sebesar Rp25, dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar 250.
  3. Untuk harga saham Rp5.000 atau lebih, ditetapkan fraksi sebesar Rp50 dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar Rp500.
  • Untuk obligasi, ditetapkan fraksi sebesar 1/16 %.
  • Untuk rights, harga < Rp100, ditetapkan fraksi sebesar Rp1 dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar Rp10, untuk harga rights dengan rentang harga Rp100 sampai dengan Rp1.000, ditetapkan fraksi sebesar Rp5 dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar Rp50, sementara untuk harga rights di atas Rp1.000, ditetapkan fraksi sebesar Rp10 dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar Rp100.
  • Untuk waran, harga < Rp100, ditetapkan fraksi sebesar Rp 1 dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar Rp10, harga waran dengan rentang harga Rp100 sampai dengan Rp1.000, ditetapkan fraksi sebesar Rp5 dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar Rp50, untuk harga dengan rentang antara Rp1.000 sampai dengan Rp5.000, ditetapkan fraksi sebesar Rp10 dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar Rp100, dan harga waran di atas Rp5.000, ditetapkan fraksi sebesar Rp25 dengan setiap kali maksimum perubahan harga sebesar Rp250.
  • Transaksi dilakukan berdasarkan pada harga dan prioritas waktu (time priority).

Bursa Efek Jakarta juga memberi kesempatan kepada pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi saham berdasarkan negosiasi. Transaksi dengan negosiasi ini dibedakan atas dua jenis yakni :
  1. pasar negosiasi yaitu perdagangan dilakukan antara dua anggota bursa;
  2. pasar tutup sendiri yaitu perdagangan dilakukan oleh satu anggota bursa yang melakukan order beli dan jual pada harga dan jumlah yang sama.

Berikut, ketentuan dalam melakukan perdagangan di pasar negosiasi:
  1. efek yang diperdagangkan dalam bentuk saham;
  2. fraksi harga tidak berlaku, tetapi dianjurkan mengacu pada harga saham di pasar reguler;
  3. untuk saham tertentu pada pasar tutup sendiri (crossing) dan sudah scripless, harganya ditetapkan tidak melebihi 20% batas bawah dan batas atas dari harga penutupan (quoted price) di pasar reguler; dan
  4. transaksi yang terjadi tidak memengaruhi perhitungan indeks, sebagaimana dilakukan di pasar reguler.

Dalam mekanisme pasar modal dikenal pula istilah pasar primer, pasar sekunder, prospektus, dan indeks.

Saham dividen diperoleh pemegang saham dengan persentase tertentu biasanya sebesar 10% dari saham lama.
 
Copyright © 2011 Bangku Sekolah | Themes by ada-blog.com.