Sistem Ekonomi Tradisional dan Ciri-Cirinya

Sistem ekonomi tradisional banyak dimanfaatkan manusia pada zaman dulu. Pada zaman ini cara berproduksi masih mengandalkan tenaga manusia dan sumber daya alam. Jadi hanya menggunakan faktor produksi asli. Dan kalaupun menggunakan alat produksi, bentuk alatnya masih sangat sederhana seperti kapak batu, sumpit, dan sejenisnya.

Di zaman modern, sistem ekonomi tradisional masih dipakai oleh suku- suku yang terasing di pedalaman atau oleh suku-suku yang sengaja mengasingkan diri dan tidak mau menerima pengaruh dunia luar. Di Indonesia, masih terdapat suku-suku seperti ini.

Adapun ciri-ciri yang dimiliki sistem ekonomi tradisional, yaitu:
  • belum ada pembagian kerja yang jelas;
  • kehidupan masyarakat sangat bersifat kekeluargaan;
  • pertukaran dilakukan dengan cara barter (belum mengenal uang);
  • adat (kebiasaan turun-temurun) sangat berperan dalam mengatur kehidupan sehari-hari;
  • teknologi yang digunakan masih sangat sederhana;
  • belum ada pemisahan yang tegas antara rumah tangga konsumsi dengan rumah tangga produksi sehingga tidak akan ditemukan adanya pabrik-pabrik.

Cerita Tokoh

Sejak menjabat Sekjen DPP Partai Komunis, Gorbachev mulai meluncurkan gagasan tentang perlunya penataan kembali system perekonomian Soviet yang dinilainya sebagai industri besar yang gagal. Para pekerja tidak bermotivasi, sedangkan para manajernya terlena karena fasilitas-fasilitas negara yang mereka nikmati. Monopoli negara dalam pasaran domestik telah mematikan minat berwirausaha, dan semua orang merasa tidak perlu bekerja keras sebab tidak ada barang yang bisa mereka beli di pasaran bila mereka punya kelebihan uang.

Dalam kondisi ini Gorbachev mulai berkampanye untuk membangkitkan semangat perestroika. Untuk memperlaju roda perekonomian domestik. Gorbachev merangsang tumbuhnya usaha swasta, meskipun masih dalam batas usaha keluarga. Usaha sampingan ini hanya boleh dilakukan di luar jam kerjanya, kecuali oleh para pensiunan dan mahasiswa.

Agar glasnost (keterbukaan) ini lengkap, Gorbachev membuka Soviet bagi penanaman modal asing dalam bentuk usaha patungan (joint ventures). Bantuan modal asing tersebut tidak boleh lebih dari 49 %.
 
Copyright © 2011 Bangku Sekolah | Themes by ada-blog.com.