Ciri-Ciri dan Keuntungan Sistem Ekonomi Liberal

Apabila pada sistem ekonomi komando pemerintah yang memegang peran utama dalam mengatur kehidupan ekonomi maka pada sistem ekonomi liberal pengaturan kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan pada masyarakat. Masyarakatlah yang menentukan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

Pada sistem ini segala kegiatan ekonomi akan ditentukan oleh kekuatan pasar, yakni kekuatan yang dibentuk oleh pertemuan antara permintaan dan penawaran. Apabila seseorang ingin menguasai kekuatan pasar maka orang tersebut harus memiliki modal (kapital), teknologi, dan kemampuan wirausaha yang tinggi.

Sistem ekonomi leberal sesuai dengan pendapat Adam Smith yang sangat menghendaki adanya kebebasan pasar dan tidak menginginkan adanya campur tangan pemerintah. Sistem ekonomi liberal dianut oleh Amerika, Inggris, Jerman, Prancis, dan Jepang. Hanya saja pelaksanaan di negara-negara tersebut sudah disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing.

Ciri-ciri sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut.
  • Seluruh kegiatan ekonomi diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.
  • Masyarakat bebas berusaha, berinovasi, dan berkreativitas dalam melakukan kegiatan ekonomi.
  • Hak milik perorangan diakui.
  • Kegiatan ekonomi ditujukan untuk mencari laba sebesar-besarnya (profit oriented).
  • Keikutsertaan pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat dibatasi.
  • Adanya persaingan antarpengusaha dalam mengejar keuntungan.
  • Harga-harga yang terjadi ditentukan oleh kekuatan pasar.
Dengan ciri-ciri di atas maka sistem ekonomi liberal memiliki kebaikan dan keburukan. Kebaikan sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut.
  • Adanya kebebasan berusaha, berinovasi, dan berkreativitas dalam melakukan kegiatan ekonomi.
  • Persaingan antarpengusaha mendorong kemajuan teknologi.
  • Hak milik perorangan diakui.
Adapun keburukan sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut.
  • Bisa menimbulkan penindasan (eksploitasi) oleh manusia kepada manusia.
  • Adanya jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin karena tidak adanya pemerataan pendapatan.
  • Banyak timbul praktik monopoli yang merugikan masyarakat.
 
Copyright © 2011 Bangku Sekolah | Themes by ada-blog.com.