Peranan Masyarakat Luar Negeri sebagai Pelaku Ekonomi

Pengertian masyarakat luar negeri mencakup negara dan masyarakat luar negeri itu sendiri. Adapun peran masyarakat luar negeri dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut.

Pengekspor Barang dan Jasa

Bila kita membutuhkan barang dan jasa dari masyarakat negara lain maka negara lain akan mengekspor barang dan jasa yang kita butuhkan. Tahukah kalian, bahwa Jepang sebagai negara industri telah mengekspor berbagai jenis kendaraan ke negara kita.
Peranan Masyarakat Luar Negeri sebagai Pelaku Ekonomi

Kalian tentu mengenal merek Yamaha, Suzuki, Honda, Toyota, dan Mitsubishi. Sekarang Cinapun tidak mau ketinggalan. Banyak motor yang diekspornya dengan merek Sanex, Tosa, Jialing, dan Beijing. Selain kendaraan, barang yang diekspor ke Indonesia adalah makanan, minuman, alat hiburan (TV, video, dan radio), pakaian, alas kaki, dan lain- lain.

Pengimpor Barang dan Jasa

Bila masyarakat luar negeri membutuhkan barang dan jasa dari Negara kita maka mereka akan mengimpor barang dan jasa yang mereka butuhkan. Pada umumnya masyarakat luar negeri mengimpor barang kerajinan dari Indonesia, seperti ukiran Jepara, kerajinan rotan, pakaian, alas kaki, peralatan elektronik, kertas, minyak sawit, dan lain-lain. Adapun contoh jasa yang mereka impor dari negara kita adalah dengan mendatangkan grup-grup kesenian atau artis-artis Indonesia untuk menghibur mereka.

Pengekspor Faktor-Faktor Produksi

Bila negara kita membutuhkan faktor-faktor produksi dari negara lain, seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan pengusaha (kewirausahaan) maka negara lain akan mengekspornya ke Indonesia. Faktor produksi yang banyak diekspor ke Indonesia adalah faktor produksi modal karena Indonesia memang sangat kekurangan modal. Negara-negara yang telah menanamkan modalnya ke negara kita disebut dengan istilah investor.

Untuk membangun jalan raya di Indonesia, Korea Selatan juga pernah mengekspor tenaga kerjanya ke negara kita. Dan dalam menyambut era perdagangan bebas sekarang ini, kabarnya Filipina akan mengekspor jutaan tenaga kerjanya ke Indonesia. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan Indonesia, negara lain banyak mengekspor biji plastik, bahan-bahan kimia, mesin-mesin, generator, perataan listrik, alat pertukangan, dan bahan baku.

Pengimpor Faktor-Faktor Produksi

Bila negara lain membutuhkan faktor-faktor produksi dari negara kita maka mereka akan mengimpornya dari negara kita. Faktor-faktor produksi yang paling banyak mereka impor dari negara kita adalah faktor produksi alam dan tenaga kerja. Contoh faktor produksi alam yang mereka impor adalah karet, minyak bumi, timah, tembaga, aluminium, tembakau, dan lain-lain. Mereka juga mengimpor tenaga kerja dari negara kita yang jumlahnya sangat melimpah, terlebih sejak krisis moneter, angka pengangguran
mencapai kurang lebih empat puluh juta jiwa.

Mitra Kerja Sama Ekonomi

Kerja sama ekonomi antarnegara amat diperlukan untuk memajukan kehidupan ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat luar negeri merupakan mitra kerja sama yang baik untuk memajukan ekonomi. Kerja sama dengan masyarakat luar negeri meliputi hal-hal berikut.
  • Produksi, di sini dibahas masalah standar kualitas dan jumlah produksi barang tertentu, seperti minyak. Contohnya, kerja sama ekonomi yang tergabung dalam OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries).
  • Perdagangan dan tarif, kerja sama ini membahas masalah perdagangan dan tarif dengan tujuan memperlancar arus distribusi barang antarnegara. Contohnya, kerja sama ekonomi yang tergabung dalam WTO (World Trade Organization).
  • Perburuhan, kerja sama di bidang perburuhan bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pekerja, seperti kerja sama yang tergabung dalam ILO (s).
Sekedar Info

ASEAN Perlu Ciptakan Mata Uang Tunggal

Kerja sama ekonomi bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) membutuhkan mata uang tunggal guna meningkatkan stabilitas pasar di kawasan tersebut, seperti layaknya yang dilakukan masyarakat ekonomi Eropa dalam menghadapi kompetisi pasar global.

“Seandainya masyarakat ekonomi Eropa bisa dan mampu mendapatkan nilai lebih dari penyatuan mata uang di kawasan itu, mengapa negara-negara ASEAN yang sejak awal sepakat membangun suatu komunitas bersama tidak melakukannya?” tanya Vice Councelor (Rektor) Universitas Malaysia Utara, Profesor Dt. Dr. Achmad Fauzi Badawi di Padang, akhir pekan lalu. Menurut dia, dalam pasar global mendatang, kawasan ASEAN akan mengalami serbuan dari negara-negara kaya dan kuat, sehingga dibutuhkan kerja sama ekonomi yang matang untuk mengatasinya.

 
Copyright © 2011 Bangku Sekolah | Themes by ada-blog.com.